Jumat, 15 Juni 2012

Toshiba Satellite L730

satellite L730
Desain Cerdas. Kinerja Andal


Dimotori oleh prosesor Intel® Core™ generasi ke-2 yang cerdas secara visual, serta teknologi Intel® Turbo Boost - Untuk kebutuhan bisnis Anda sehari-hari.
Teknologi Resolution+ UpConvert Toshiba

Menjadikan film, foto, dan klip lama terlihat lebih bagus pada layar definisi tinggi laptop ini, atau TV HD Anda. Resolution+ kami yang eksklusif mengonversi film DVD definisi standar untuk meningkatkan ketajaman dan nadanya. Warna lingkungan dan karakter-langit, rumput, daun dan kulit - langsung terlihat lebih alami. Jadi, Anda akan mendapatkan gambar yang benar-benar hidup yang tampak dan terasa seperti HD. Ini seperti meremajakan hiburan lama Anda.
USB 3.0

Era transfer data tanpa batas antar perangkat eksternal Anda sudah hadir. Anda akan tercengang dengan kecepatan transfer data yang 10x* lebih cepat (* dibandingkan USB 2.0) melalui port USB3.0 bawaan. Komunikasi antara notebook Anda dan perangkat eksternal akan lebih lancar dibanding sebelumnya.

Perlindungan Hard Disk Toshiba (Sensor 3D)

Lindungi data Anda dari guncangan dan getaran dengan teknologi sensor gerakan 3D yang revolusioner. Menjalani kehidupan dengan mobilitas tinggi sangat menyenangkan sebelum terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Serangan pada file, media dan data berharga Anda lainnya yang disimpan di laptop bisa menimbulkan malapetaka. Sensor Benturan pada Hard Drive Toshiba adalah sistem canggih perangkat lunak dan keras untuk mengantisipasi sentakan tiba-tiba dalam penerbangan ke daerah pedalaman atau dalam ruang kelas yang padat. Sensor ini dirancang untuk mendeteksi gerakan tiba-tiba (seperti ketika laptop Anda mulai jatuh dari meja) dan �mengunci� jarum tulis/baca dari hard drive Anda sebelum terjadi kerusakan.

Spesifikasi

  • PSK08L-00P00F

    • PROSESOR
    • SISTEM OPERASI
      Windows® 7 Professional Asli
    • MEMORI
      2048MB DDR3 1333MHz SDRAM
    • UKURAN LAYAR
      13.3" WXGA HD Clear SuperView LED Backlight TFT display (16:9), resolution 1,366 x 768
    • GRAFIS
      Intel® HD Graphics, hingga 805MB memori grafik tersedia total (dengan 2GB DDR3 1333MHz SDRAM)
    • DRIVE HARD DISK
      500GB (SATA) dengan penyerap guncangan
    • DRIVE CD-ROM
      DVD SuperMulti Double Layer Drive (DVD-¦RW/RAM)
    • ANTARMUKA
      2 x USB 2.0, 1 x USB 3.0 (Sleep-and-Charge)
    • SISTEM SUARA
      Stereo Speakers, 16-bit Stereo dengan Intel® High Definition Audio Support
    • KAMERA
      Built-in Web Camera
    • BATERAI
      6-Cell Lithium Ion
    • GARANSI
      1-tahun Garansi Terbatas Regional bawa sendiri (komponen & pekerja), 1-tahun baterai (bawa sendiri)
    • BERAT
      Mulai dari 2,05kg
    • WARNA
      Precious Black
  • PSK08L-00P00L

    • PROSESOR
    • SISTEM OPERASI
      Windows® 7 Professional Asli
    • MEMORI
      2048MB DDR3 1333MHz SDRAM
    • UKURAN LAYAR
      13.3" WXGA HD Clear SuperView LED Backlight TFT display (16:9), resolution 1,366 x 768
    • GRAFIS
      Intel® HD Graphics, hingga 805MB memori grafik tersedia total (dengan 2GB DDR3 1333MHz SDRAM)
    • DRIVE HARD DISK
      500GB (SATA) dengan penyerap guncangan
    • DRIVE CD-ROM
      DVD SuperMulti Double Layer Drive (DVD-¦RW/RAM)
    • ANTARMUKA
      2 x USB 2.0, 1 x USB 3.0 (Sleep-and-Charge)
    • SISTEM SUARA
      Stereo Speakers, 16-bit Stereo dengan Intel® High Definition Audio Support
    • KAMERA
      Built-in Web Camera
    • BATERAI
      6-Cell Lithium Ion
    • GARANSI
      1-tahun Garansi Terbatas Regional bawa sendiri (komponen & pekerja), 1-tahun baterai (bawa sendiri)
    • BERAT
      Mulai dari 2,05kg
    • WARNA
      Precious Black




Selasa, 12 Juni 2012

Gunung Toba salah satu Gunung Aktif di Sumatera Utara


Tidak banyak yang mengetahui bahwa di sekeliling Danau Toba ada sebuah Gunung yang masih aktif sampai sekarang. Berikut sekelumit kisah sejarah gunung toba…

Pada tahun 1939, seorang geolog yang berasal dari Belanda yang mempunyai namaVan Bemmelen melaporkan bahwa sekitar Danau Toba yang panjangnya 100 kilometer dan lebarnya 30 kilometer dikelilingi oleh batu apung dari peninggalan letusan gunung.  Van Bemmelen juga menyimpulkan bahwa Danau Toba adalah sebuah gunung berapi yang masih aktif. Belakangan ini beberapa peneliti lain menemukan beberapa debu riolit (rhyolite) yang seusia dengan batuan Toba di Malaysia, bahkan juga sejauh 3.000 kilometer ke utara hingga India Tengah.

Beberapa ahli kelautan juga melaporkan telah menemukan jejak-jejak batuan Toba di Samudra Hindia dan Teluk Benggala. Para peneliti awal, Van Bemmelen juga Aldiss dan Ghazali (1984) telah menduga Toba tercipta lewat sebuah letusan mahadahsyat. Namun beberapa peneliti lain seperti Vestappen (1961), Yokoyama dan Hehanusa (1981), serta Nishimura (1984), menduga kaldera itu tercipta lewat beberapa kali letusan. Peneliti lainnya seperti Knight dan sejawatnya (1986) serta Chesner dan Rose (1991), memberikan perkiraan lebih detail: kaldera Toba tercipta lewat tiga letusan raksasa.

Penelitian seputar Toba belum berakhir hingga kini. Jadi, masih banyak misteri di balik raksasa yang sedang tidur itu. Salah satu peneliti Toba angkatan terbaru itu adalah Fauzi dari Indonesia, seismolog pada Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. Sarjana fisika dari Universitas Indonesia lulusan 1985 ini berhasil meraih gelar doktor dari Renssealer Polytechnic Institute, New York, pada 1998, untuk penelitiannya mengenai Toba.
Sebelumnya Gunung Toba pernah meletus tiga kali.
  • Letusan pertama terjadi sekitar 800 ribu tahun lalu. Letusan ini menghasilkan kaldera di selatan Danau Toba, meliputi daerah Prapat dan Porsea.

  • Letusan kedua yang memiliki kekuatan lebih kecil, terjadi 500 ribu tahun lalu. Letusan ini membentuk kaldera di utara Danau Toba. Tepatnya di daerah antara Silalahi dengan Haranggaol. Dari dua letusan ini, letusan ketigalah yang paling dashyat.

  • Letusan ketiga 74.000 tahun lalu menghasilkan kaldera, dan menjadi Danau Toba sekarang dengan Pulau Samosir di tengahnya.
Gunung Toba ini tergolong Supervolcano. Hal ini dikarenakan Gunung Toba memiliki kantong magma yang besar yang jika meletus kalderanya besar sekali. Volcano kalderanya ratusan meter, sedangkan Supervolacano itu puluhan kilometer.

Yang menarik adalah terjadinya anomali gravitasi di Toba. Menurut hukum gravitasi, antara satu tempat dengan lainnya akan memiliki gaya tarik bumi sama bila mempunyai massa, ketinggian dan kerelatifan yang sama. Jika ada materi yang lain berada di situ dengan massa berbeda, maka gaya tariknya berbeda. Bayangkan gunung meletus. Banyak materi yang keluar, artinya kehilangan massa dan gaya tariknya berkurang. Lalu yang terjadi up-lifting (pengangkatan). Inilah yang menyebabkan munculnya Pulau Samosir.

Magma yang di bawah itu terus mendesak ke atas, pelan-pelan. Dia sudah tidak punya daya untuk meletus. Gerakan ini berusaha untuk menyesuaikan ke normal gravitasi. Ini terjadi dalam kurun waktu ribuan tahun. Hanya Samosir yang terangkat karena daerah itu yang terlemah. Sementara daerah lainnya merupakan dinding kaldera.

Kajian palaeogeografi ahli asal AS mengetengahkan temuan terkini tentang letusan dahsyat gunung Toba di Sumatera yang menyajikan bukti tak terbantahkan betapa letusan “mega-colossal” gunung berapi zaman purbakala yang terjadi 73.000 tahun silam menimbulkan dampak dahsyat luar biasa hingga memusnahkan keberadaan kawasan hutan di anak benua India yang letaknya terpisah sejauh 3.000 mil dari pusat letusan yang kini menjadi danau Toba.
Bukti-bukti riset mencakup debu sampel penelitian yang ditemukan di lokasi daratan India, Samudera Hindia, Teluk Benggali, dan laut China Selatan dari kejadian letusan yang diperkirakan melontarkan material dan debu vulkanis hingga sejumlah 800 km³ ke atmosfir bumi dan membuat gunung berapi zaman purbakala tersebut lenyap tinggal meninggalkan kawah di muka bumi yang kini menjadi danau Toba dengan dimensi panjang 100km dan lebar 35km menjadi bukti peninggalan danau vulkanis terbesar sejagat.

Digambarkan kedahsyatan dampak letusan ini menjadikan partikel debu pada lapis atmosfir menghalangi sinar matahari ke bumi serta memantulkan kembali panas radiasi hingga selama selang 6 (enam) tahun hingga serta merta memunculkan zaman “Instant Ice Age” di muka bumi yang berdasarkan analisa penelitian lapisan es di Greenland zaman es ini berlangsung selama 1.800 tahun.

Penelitian ini dilaksanakan oleh Prof. Stanley Ambrose ahli ilmu antropologi dari Universitas Illinois - AS selaku pimpinan peneliti utama yang bekerja sama dengan Profesor Martin A.J. Williams dari Universitas Adelaide - Australia yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah “Palaeogeography, Palaeoclimatology, Palaeoecology” terbitan terkini. Prof. Williams adalah yang pertama kali melacak membuktikan terdapatnya debu sisa-sisa letusan gunung Toba purbakala di daratan anak benua India pada tahun 1982.

Dalam riset terkini ini peneliti mengambil sampel penelitian berupa lapisan bongkah marine core dari kedalaman dasar laut Teluk Benggali serta lapisan fosil pada 3 (tiga) lokasi terpisah di daratan anak benua India untuk kemudian melaksanakan analisis uji carbon isotopes : isotop karbon. Analisa isotop karbon hasilnya mencerminkan jenis vegetasi yang ada pada suatu tempat dan periode waktu tertentu. Kawasan berhutan lebat meninggalkan beda pada cirian “sidik jari” isotop karbon yang berbeda dari padang rumput atau hutan savana.

Temuan riset mengetengahkan pada lapis 5 - 7 cm di atas lapisan debu letusan Toba mengindikasikan terjadi perubahan dengan terdapatnya fosil vegetasi tanaman khas perdu dan pakis yang berbeda halnya dengan sedimentasi vegetasi tanaman keras layaknya pepohonan hutan belantara kawasan tropis.

Diterangkan oleh Prof. Ambrose bahwa penurunan suhu bumi hingga sebesar 16 derajat Celcius dengan munculnya zaman “Instant Ice Age” ini terjadi berhubung keadaan penurunan suhu bumi akan menyebabkan dampak penurunan curah hujan hingga menyebabkan musnahnya kawasan hutan belantara. Sedangkan jika ditilik berdasar ketebalan lapisan fosil berlangsung keadaan demikian berjalan sekurangnya hingga 1.000 tahun sejak terjadinya letusan.


Jika ditelaah dari data skala VEI : Volcanic Explosivity Index yang dipergunakan USGS - Geological Survey Amerika Serikat letusan luar biasa gunung Toba zaman purbakala ini diklasifikasikan kategori VEI : 8 hingga disebut “mega-colossal” yang antara lain dicirikan dari besaran volume lontaran material vulkanis letusan -/+ 1.000 km³.

Sebagai perbandingan letusan g. Tambora (th. 1815) di kepulauan Nusa Tenggara termasuk dalam skala VEI : 7 , sedangkan peristiwa dahsyat letusan g. Krakatau (th.1883) hingga tinggal menyisakan pulau Anak Krakatau sekarang ini termasuk dalam VEI : 6.

Pada gilirannya letusan “mega-colossal” gunung berapi Toba berdampak pula terhadap proses evolusi manusia di muka bumi, walau ini masih menjadi kontroversi diantara kalangan ilmuwan. Prof. Ambrose sendiri berpegang kajian risetnya yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah “Journal of Human Evolution” pada tahun 1998 termasuk ahli yang meyakini bahwa letusan mega volcano Toba dan kemunculan Zaman Es sesudahnya menjadikan keadaan relatif kurangnya keragaman genetika yang ada pada manusia modern sekarang ini. Bahkan dinyatakannya peristiwa luar biasa ini nyaris mengakibatkan manusia punah dari muka bumi.

Minggu, 10 Juni 2012

Misteri:: Gunung Amne Machen

Gunung ini disebutkan sebagai yang tertinggi di dunia. Namun, tak semua orang yang bisa melihatnya. Malah celakanya, mereka yang melihat gunung ini akan mati secara misterius....

Menurut sebuah sumber yang sangat terpercaya, di wilayah perbatasan antara Tibet dan Cina, terdapat sebuah gunung siluman yang sangat misterius. Dikatakan misterius, karena gunung ini benar-benar aneh bin ajaib.

Namanya Gunung Amne Machen. Gunung yang hanya memperlihatkan diri sewaktu-waktu ini telah lama menggoda banyak kalangan untuk membuktikannya. Anehnya, Gunung ini diyakini hanya akan menampakkan wujudnya kepada orang-orang tertentu saja. Konon, Amne Machen ini seribu kaki lebih tinggi dari Mount Everest, puncak tertinggi di dunia.

Seperti kita ketahui, Mount Everst yang sendiri terdapat di pegunungan Himalaya, yang dianggap sebagai gunung paling tinggi di dunia. Jadi dapat dibayangkan, betapa tingginya Gunung Amne Machen itu.

Penduduk di sekitar lereng Himalaya yang pada umumnya akan enggan untuk mempercakapkan gunung yang satu ini. Pasalnya mereka takut kualat, karena Amne Machen dianggap sebagai gunung angker penebar kutukan. Mereka meyakini, siapa yang sempat melihat keberadaan Amne Machen, maka tidak lama kemudian dia akan mengalami malapetaka yang sangat tragis. Lebih-lebih bila yang melihat itu adalah orang kulit putih atau orang Barat.

Menurut sebuah cerita, Jenderal Pereira, tentara Inggris yang sudah purnawirawan, mati mendadak tidak lama setelah dia melihat Gunung Amne Machen.

Dikisahkan, dalam perjalanan dari Shanghai menuju Laut Kaspia, Pereira sempat singgah hingga beberapa lama di dataran Tibet. Di sini dia mendengar tentang gunung aneh Amne Machen. Karena sangat penasaran, Pereira bertekad untuk mencarinya sampai ketemu. Dia bahkan bersumpah tidak akan pulang ke negaranya sebelum membuktikan sendiri cerita kuno yang telah tumbuh secara turun-temurun itu.

Setelah beberapa lama, apa yang didambakannya itu jadi kenyataan juga. Pada suatu hari, Pereira berhasil melihat Gunung Amne Machen pada jarak ratusan mil dari suatu tempat yang tinggi di sebuah bukit di sekitar Himalaya. Menjulang ribuan kaki ke atas, dinding gundul sebuah gunung raksasa terlihat berselimutkan awan.

Menurut catatan Pereira, gunung tersebut tampak sedemikian tinggi, sehingga dalam menatapnya Pereira seperti kehilangan nafas, sehingga dia meyakini bahwa gunung ini tingginya memang sangat sulit dibayangkan atau diukur. Apalagi sebelum melihat pemandangan ini, Pereira adalah seorang yang pernah menjelajahi banyak benua. Dia pernah menyaksikan Canadian Rockies, pernah mendaki puncak Himalaya, bahkan juga pernah menaklukan pegunungan Andes di Amerika Selatan yang bersuhu sangat ganas itu.

Namun tak ada yang membuatnya gugup sampai sedemikian rupa dan takjub luar biasa, seperti pada saat dirinya melihat Amne Machen. Bahkan dalam catatannya, Pereira memastikan bahwa itu adalah gunung yang paling hebat di antara gunung-gunung yang pernah disaksikannya.

Segera melihat dengan mata kepala sendiri betapa hebatnya Gunung Amne Machen, Pereira memutuskan untuk segera pulang ke Inggris, dan kemudian berencana menyelenggarakan suatu ekspedisi sendiri. Dia sudah begitu gembira dengan harapan akan dapat termasyhur dengan penemuan terbesar dalam abad ini, sehingga sama sekali melupakan peringatan penduduk setempat tentang kutukan gunung siluman itu.

Sebelum terbang ke Inggris, persisnya tatkala Pereira tiba di sebuah dusun yang terletak di perbatasan Tibet dan Cina, berjumpalah Pereira dengan pengelana tersohor dari Amerika, Joseph Rock. Diutarakannya kepada Rock tentang apa yang telah disaksikannya itu. Mendengar cerita Pereira yang tampak sangat bombastis, orang Amerika tersebut tidak percaya.

Barulah setelah lama berbincang tentang masalah itu, dan Pereira bersumpah tentang apa yang telah disaksikannya, akhirnya Rock yakin bahwa Pereira memang telah menemukan sesuatu yang luar biasa. Pada keesokan paginya Pereira bertolak menuju daerah pantai dalam perjalanan pulangnya.

Namun kemudian datanglah musibah itu. Beberapa jam setelah meninggalkan wilayah Tibet dan bersama serombongan pedagang menempuh perjalanan di negeri Cina, Pereira mendadak meninggal dunia. Dia terjungkal jatuh dari atas kudanya, dan kedua tangannya menekan dada pada arah jantungnya. Sekonyong-konyong dia berpaling ke belakang dan memandang ke arah Tibet, kemudian sekarat dan mati.

Apakah kutukan gunung Amne Machen yang menewaskannya? Tentu saja begitulah pendapat orang-orang Tibet dan Cina. Para saudagar yang mendengar bahwa Pereira pernah menyaksikan gunung itu, tak seorang yang mau menjamah tubuhnya. Mereka membiarkan saja mayatnya tergeletak di situ, dan selanjutnya melaporkan kematiannya kepada seorang penginjil Inggris, yang kemudian mengusahakan pemakaman Jenderal Pereira.

Setiap orang yang kenal dengan Jenderal pensiunan Inggris itu, merasa heran dengan kematiannya yang disebabkan oleh penyakit jantung. Soalnya pada masa hidupnya, Pereira selalu sehat dan penuh gairah.

Tatkala memulai perjalanannya yang jauh, dia baru saja melampaui usia 40 tahun. Tak seorangpun diantara mereka yang mempercayai bahwa Pereira mati terbunuh oleh suatu kutukan.

Juga, tak seorang pun orang di luar Tibet dan Cina yang percaya pada dongeng mengenai gunung angker itu, sampai kemudian dalam perang dunia kedua disebutkan ada beberapa pilot pesawat tempur yang telah melihat gunung tersebut. Dalam laporan itu dikatakan bahwa mereka nyaris menabrak sebuah gunung misterius, yang berada di perbatasan antara Tibet dan Cina.

Untungnya, mereka dapat menghindarkan pesawatnya, sehingga kecelakaan bisa terelakkan. Mereka heran sekali menghadapi hal itu, sebab meteran penunjuk ketinggian terbang di pesawat menunjukkan angka lebih dari 30.000 kaki, hampir seribu kaki lebih tinggi dari puncak Mount Everest.

Beberapa tahun seusai perang dunia, seorang wartawan Amerika yang tertarik oleh kisah perjalanan Pereira dan penemuannya yang ajaib itu coba melakukan pencarian terhadap gunung maha tinggi seperti yang ditulis sang jendral dalam catatannya. Beberapa lama kemudian dia mengatakan, bahwa dia pun sudah berhasil menyasikan Gunung Amne Machen dengan mata kepalanya sendiri.

Sayangnya, peralatan-peralatan ilmiah untuk mengukur ketinggian gunung yang dimiliki oleh si wartawan telah rusak, kerana perlakuan kasar orang-orang pribumi yang membawanya. Juga akibat berbulan-bulan diangkut di atas kuda, melalui daerah-daerah yang masih liar dan ganas.

Terdapat tiga orang kulit putih dalam ekspedisi itu. Salah seorang tewas akibat musibah tanah longsor, beberapa hari setelah mereka menyaksikan Amne Machen. Yang kedua mati di Peking, setelah terserang penyakit tipus. Adapun si wartawan sendiri tewas tenggelam beberapa bulan setelah menyaksikan gunung yang didambakannya itu.

Benarkah kutukan Amne Machen yang telah membunuh mereka? Yang dapat dipastikan adalah bahwa tak seorang pun orang kulit putih yang menyatakan telah melihat gunung siluman itu yang dapat hidup lebih lama. Mungkin juga benar kepercayaan mistis orang Tibet bahwa siapapun yang melihat gunung itu maka matilah sebagai tuntutannya.

Sabtu, 09 Juni 2012

Anaconda:: Yacumama


Setelah seminggu melakukan negosiasi dengan Mike dan Greg Warner, akhirnya pihak CFZ mendapatkan hak untuk menerbitkan foto-foto hasil ekspedisi mereka di Peru. Greg mengatakan, “Saya mengambil dua foto yang saya yakini adalah Yacumama atau anaconda raksasa. Pada foto pertama ada kepalanya sebelah kiri dan bagian tubuh lainnya di sebelah kanan di sungai tersebut.”
Melansir pemberitaan unexplained-mysteries.com, Senin (15/6) disebutkan, foto-foto tersebut menimbulkan kehebohan dunia. Sebagian orang meyakini foto pertama itu tidak lain tidak bukan merupakan segumpal lumpur atau pasir tebal. Sebagian orang lain membenarkan apa yang dikatakan Mike dan Greg Warner mengingat mereka adalah para ekspedisi yang jujur dan terpercaya.
Dalam foto kedua tampak juga seekor Yacumama yang panjangnya 40 meter dengan diameter badan 2 meter tengah melintasi di sebelah perahu yang pernah diterbitkan oleh sebuah suratkabar Irlandia saat Mike dan Greg Warner tengah melintasi sebuah sungai di Amazon.
Mike Warner (73) dan anaknya Greg (44) menghabiskan waktu 12 hari mengembara di hutan Amazon pada Maret lalu. Mereka melakukan ekspedisi dengan bantuan pencitraan satelit untuk mendapatkan gambar-gambar reptil raksasa.
Keberadaan Yacumama yang diterjemahkan sebagai “Ibu Perairan” telah dikonfirmasikan oleh sejarah dan kebudayaan masyarakat Amazon. Penduduk lokal yang diwawancarai mengatakan bahwa apabila ular itu berenang, air sungai akan berguncang hebat dan ular itu dapat menerkam seekor monyet yang sedang berada di pohon secepat kilat. Mereka kemudian mengambil lebih dari 700 foto dan 5 jam rekaman video. Setelah itu mereka melakukan perjalanan pulang untuk meneliti foto-foto tersebut.
IMG_0317
317 Annotated

Anaconda:: Sucuriju Gigante


Saya mau bahas tentang salah satu jenis anaconda yang konon paling gede.. yang terkenal dengan julukan Sucuriju Gigante!
Sucuriju gigante adalah seekor anaconda raksasa yang konon hidup di amazon. Beda dengan anaconda biasa yang panjangnya 10 meteran, konon sucuriju bisa mencapai panjang 40 meter! Dengan diameter 80 cm dan berat 5 ton, dia bisa ngancurin truk dengan sekali lilit, menurut suku asli amazon, sucuriju ini adalah pencipta dari sungai amazon yang konon ketika hujan lebat menciptakan lumpur dimana2 keluar gigante terbesar yang pernah ada.
Ni gambar Sungai Amazon Bro
Dan ini beberapa fakta dari kesaksian2
Waktu Paus memberi bagian Amerika Selatan ke Spanyol dan yang lainnya ke Portugal dalam Perjanjian Tordesilla (dulu portugis sama spanyol rebutan amerika), Spanyolpun menjelajahi hutan tropis di amerika selatan. Konon waktu mereka pulang, mereka bawa cerita tentang ular yang sangat besar yang mereka sebut matora, atau “pemakan banteng”. Menurut laporan mereka, ular ini mencapai lebih dari 80 meter panjangnya.
Kolonel Percy Fawcett, yang dikirim untuk memetakan bagian-bagian dari Amazon, mengklaim telah bertemu anaconda sepanjang 62 kaki. Sebagai petugas Royal Engineers ia menuliskan informasinya cermat. Berikut buku hariannya:
“Aku mengambil senapan untuk menembak makhluk yang mulai membuatperahu kami kandas, aku menembaknya tepat di tulang belakangnya dengan kaliber 44. Kami melangkah mendekati darat dan mendekati makhluk dengan hati-hati. Sejauh yang dapat diukur, panjangnya 45 kaki terapung di air dan 17 kaki di dalam air, sehingga total panjang 62 kaki . Tubuhnya tidak tebal, tidak lebih dari 12 inci diameternya, tapi mungkin sudah lama tanpa makanan. ”

Pada tahun 1925, Pastor Victor Heinz juga melihat salah satu ular, kemungkinan besar anaconda, sedangkan orang-orang Negro Rio Sungai Amazon. Mengatakan bahwa mereka ngeliat ular sepanjang 80 kaki dan tubuh setebal drum.
Bernard Huevelmans, ayah Cryptozoology, mencatat pertemuannya dengan sebuah anaconda dengan sekelompok orang Prancis dan Brasil.
Kami melihat ular tidur di padang rumput. Kami segera melepaskan tembakan ke tubuhnya. Tembakan membuatnya kejang dan dia mencoba lari, tapi kami berhasil mengejar dan menghabisinya. Saat itulah kami menyadari betapa besar ular itu, ketika kami berjalan mengitarinya, panjang tubuhnya sepertinya tidak akan pernah berakhir Yang membuat saya kagum adalah kepala besarnya, berbentuk segitiga sekitar 24 inci.. Kami tidak memiliki alat untuk mengukur binatang itu, tapi kami mengukurnya dengan merentangkan tangan kami. Kami mengukurnya dan menyimpulkan kalo makhluk itu panjangnya lebih dari 23 meter (75kaki). ”
The Diario, surat kabar dari Pernambuco di Brasil, dari 24 Januari 1948 menerbitkan sebuah artikel dengan judul ‘anaconda Beratnya 5 Ton. ” Gambar menunjukkan bagian dari anaconda raksasa yang tertangkap oleh ras Indian. Mereka menangkapnya waktu anakonda itu tidur setelah makan banteng, panjangnya 131 meter. Empat bulan kemudian, surat kabar dari Rio berjudul A Noite Illustrada menampilkan satu foto anaconda dibantai oleh Milisi. Ini panjang mencapai 115 meter.
Kolonel Rene van Lierde adalah pilot helikopter yang sedang terbang di atas provinsi Katanga. Ular raksasa tiba-tiba menjulang seakan untuk menyerang helikopter itu. Dia mengangkat dan mengambil beberapa foto ular dan melanjutkan perjalanannya. Ia memperkirakan panjangnya kurang lebih 45 kaki. Ini ngalahin python sepanjang 32 kaki yang berasal dari Indonesia.
Ada yang bilang kalo sucuriju ini spesies ular jaman prasejarah yaitu Gigantophis.

Ilmuwan Temukan 'Kaktus Berjalan'


Mahluk ini bukanlah tanaman, melainkan seekor hewan. Tak punya mata, atau bahkan mungkin tak punya kepala, dengan kaki yang mirip ranting berkulit keras dipenuhi oleh duri.
Fosil hewan berkaki 20 itu ditemukan di sebelah barat daya China oleh ilmuwan dari Northwest University Xi'an China bernama Jianni Liu.
Karena mirip dengan tanaman kaktus, maka mahluk ini dinamakan sebagai 'kaktus berjalan'. 
Menurut Liu, hewan yang diberi nama Diania cactiformis itu hidup sekitar 520 juta tahun silam, di sepanjang dasar perairan dangkal.
Secara taksonomi, Liu mengatakan bahwa hewan ini masuk dalam grup Lobopodian, yakni cacing dengan kaki-kaki. 
Kaktus air ini diperkirakan sebagai kerabat dari nenek moyang arthropoda. "Pentingnya temuan ini adalah karena arthropoda dalam terminologi spesies, adalah grup yang paling sukses di bumi," kata Liu, dikutip dari Discovery News.
Reconstruction of Diania cactiformis.












Rahasia kesuksesan mereka, Liu menambahkan, adalah kaki mereka. Organ itu berevolusi menjadi berbagai jenis bentuk, seperti membentuk cakar, insang, kaki kayuh, atau  kaki peluncur untuk melompat.
Menurut Jan Bergstrom dari Swedish Museum of Natural History Stockholm, hewan ini memang bukan nenek moyang langsung daripada arthropoda. Namunm ia mengisi kekosongan yang ada pada mosaik evolusi.

Temuan Baru Ilmuwan: Tokek Setan


Para ilmuwan telah menelusuri hutan hujan tropis demi menemukan satwa langka. Kerja keras mereka selama 20 tahun dikumpulkan dalam katalog 20 binatang unik favorit mereka. 

Kerjasama ilmuwan dengan Conservation International dalam Rapid Assessment Program (RAP) menghasilkan buku terbaruStill Counting... 

"Ini pengalaman yang sangat menakjubkan," ujar Alonso yang telah memimpin survei ini selama 13 tahun. 

"Meskipun kita menekan alam, dunia ini terus menakjubkan, menginspirasi, dan mengajarkan kita kekayaan dari harta karun terkubur. Ekosistem memberikan jasa yang membuat banyak orang sangat bergantung kepadanya. Kita baru mulai memahaminya," imbuh dia seperti dilansir dari Daily Mail. 

Hasil penemuan unik mereka yakni Uroplatus phantasticus. Nama yang bermakna "tokek setan berekor daun" ini ditemui ilmuwan di Madagaskar pada 1998. Spesies ini kali pertama dideskripsikan pada 1888. 

Tokek ini menjadi hewan terkecil dari 12 spesies tokek berekor daun yang bertampang aneh. Hewan ini pun berlaku layaknya setan, aktif pada malam hari atau nokturnal.

Kamuflase bentuknya menunjukkan kemampuan menyamar yang sangat hebat. Mereka hanya ditemukan di lokasi hutan yang tidak terganggu. Populasi mereka sangat rentan mengalami kerusakan habitat. 

Spesies uroplatus memiliki gigi lebih banyak dari spesies makhluk hidup bertulang belakang atau vertebrata lainnya di luar sana. 

Pada 2004, organisasi pelindung satwa WWF memuat uroplatus dalam daftar "Sepuluh Besar Spesies yang Paling Banyak Diburu". Hewan ini terancam pemburu untuk perdagangan satwa liar ilegal. Mereka ditangkap dan dijual dalam tingkat yang mengkhawatirkan. Keberadaan hewan ini menjadi perhatian perdagangan internasional untuk hewan peliharaan. 

Tokek setan ini diamati hidup di lorong Mantadia-Zahamena, Madagaskar pada 1998. Hewan ini sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. Oleh karena itu, ekosistem hutan tropis perlu dijaga dan dilestarikan.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | SharePoint Demo